Menjahit Hati yang Retak
Lututnya terbentur sudut tajam meja, menimbulkan memar, tapi ia hanya mengusapnya sebentar sebelum terpincang menuju kamar mandi sambil membawa jas pria itu.
Ia mengenakan kembali pakaiannya yang tadi dilepas saat mandi. Lalu, dengan sabar, ia mulai mencuci jas tersebut. Gerakannya hati-hati, penuh telaten. Setelah itu, ia menggantung jas itu di tempat yang paling terkena sinar matahari.
Barulah ia pergi, tubuhnya terasa begitu lelah.
Saat duduk di kursi mobil, matanya mulai terasa berat, diliputi kantuk yang begitu dalam.
Hot Chapters