Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Mungkin, ia hanya perlu memohon ampun dan memulai kembali kehidupannya dengan niat yang tulus.
Suatu pagi, ketika sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela rumahnya, Tarji memandangi mesin jahit tua di sudut ruangan. Mesin yang sudah lama tak ia sentuh sejak Tedy selalu memberinya apa yang dia minta dan selalu mencukupi kebutuhannya. Ia ingat betul bahwa dulu, mesin itu adalah sumber penghasilan keluarganya. Dengan berat hati, Tarji mendekati mesin jahit itu, membersihkannya dari debu yang tebal. Ia duduk, mencoba untuk menghidupkan kembali mesin jahit yang sudah lama mati.