Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Ibu Mertua Berkunjung

Saat Ibu Mertua Berkunjung

Risih juga mendapat tatapan tajam dari dua orang yang terkejut dengan wajah geramnya. "Jadi, apa yang ingin kau katakan sebenarnya? Langsung saja pada intinya, karena aku malas bicara denganmu." Mita tetap berdiri bersisian dengan keponakannya. Wanita itu melipat tangan di dada, dan tampak ketus, berbeda dengan terakhir kali aku bertemu dengannya yang memasang senyum manis. Padahal yang salah di sini tentu saja keponakannya dan Mas Broto yang menjalin hubungan terlarang.
22.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 885 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Bertemu Dengan Lelaki Angkuh

Bertemu Dengan Lelaki Angkuh

Dada Aileen tampak sesak, pipinya juga sakit. “Kakak, tolong aku, tolooongg aku KAKAK!!!” Aileen pun tertidur, ia bermimpi kalo dirinya terbebas dari gelang itu dan bertemu dengan kakak tercintanya. Aileen memeluk Arfin dengan erat dan menangis. Begitupula dengan Arfin, Aileen juga bertemu dengan kedua orang tuanya. Ia melepeaskan pelukannya dan berlari mendekati ayah dan ibu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Somehow 1949

Somehow 1949

“Sesuatu yang berlebihan pasti tidak berakhir baik.” “Ya, makasih nasehatnya. Ngomong-ngomong, memangnya kita pernah ketemu? Kapan? Di mana? Aku nggak ingat pernah ketemu kamu.” Geo menoleh. Seingatnya, dia belum pernah tuh bertemu dengan seseorang dengan wajah itu. Cowok itu tersenyum. “Kalau aku bilang kamu pasti nggak percaya deh.” “Cih, apaan. Mendadak sok misterius.”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

titah Bagas, lirih. "Baiklah, Mel tunggu ceritanya, janji, ya? Ya udah, Mel turun dulu temenin mama makan," jawab Melati sambil melangkah ke arah pintu yang sedari tadi terbuka. "Iya, makasih ya, Mel," sahut Bagas, dengan senyum terpaksa. Bagas membaringkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran hanya cukup untuk dirinya seorang. Otaknya sedang tidak bisa berpikir jernih. Karena Silmi, Shania pun ia lepaskan.
8.55.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

kata Cyntia lirih. Keduanya tidur berdampingan dengan sisa-sisa keringat dan keletihan yang masih dirasakan. Lalu, Pak Bachtiar beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri. Dia meninggalkan istrinya yang masih sedikit tersengal-sengal selepas aktifitas pagi hari itu. “Kemarin sama Mbah Parjo kemana pak?” tanya Cyntia. Pak Bachtiar yang ditanya tetap berdiam diri. Dia keluar dari kamar menuju kamar mandi.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Semua itu membuat up and down hari-hari yang dilalui. Megi, kejutan terakhir yang sempat membuat Mimi galau. Keinginannya untuk bersimpati membuka pintu lain yang tidak dia duga. Allan bertemu sahabat lamanya. Megi, yang Allan kenal dengan panggilan Rere. Setelah kunjungan ke rumah sakit hari itu, Allan terus berkomunikasi dengan Megi.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

gerutu Bu Asih. "Permisi, permisi... Fan kamu ada di dalam gak? Sini dulu dong!" Seru segerombolan orang, Ifan kenal suara itu adalah suara Adip, Adit, alan, Miko dan Kimo. "Ada apa?" Ifan segera menemui segerombolan teman lamanya itu yang berdiri di teras rumah. "Kamu beneran dihantui Mima?" Bisik Miko.
899 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

“Lu ngapain ke sini, Mir?” Mira langsung cemberut kecil. “Bosen di bawah. Gak ada kerjaan.” Dia nyender santai di kursi. “Mending di sini ngobrol sama Om Dimas.” Dimas yang melihat itu tersenyum canggung. “Kalian… deket ya?” Rangga langsung menjawab, nada suaranya dibuat netral. “Dianterin ke sini sama dia, mas. Saya belum tahu tempatnya.”
10653 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Bukan Jodoh Idaman

Bukan Jodoh Idaman

Dianti belum datang, mungkin masih di jalan. "Oh, ya, mumpung teman aku lagi di sini, kak Dara sama kak Ansel aku kenalin sama dia ya? Dia model juga. Sebentar, dia sedang ke belakang," ucap Mimi sembari melihat ke belakang sana. Berselang lima detik, wanita itu memanggil seseorang dengan suara lembutnya. "Kenalin, Kak, ini Kak Emma. Dia teman seprofesiku dan juga teman baikku sekarang."
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
RAHIM GADIS SEWAAN

RAHIM GADIS SEWAAN

serunya. Wanita itu membalikkan badannya. “Sayang, kenapa lari-lari, nak? Matt dari mana saja?” “Aku baru saja ketemu om yang namanya sama denganku. Ricardho hehe …” Matt cengengesan. Zevanya mengerutkan dahinya. “Oh, ya? Di mana? Tumben kau mau bicara dengan orang asing, Matt?”
1073.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mim mati bertemu selain mim dan ba
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status