Air Mata Suami dan Mertuaku
Terlalu banyak pikiran membuatnya benar-benar lupa, bahwa malam ini akan bertemu dengan wanita pilihan ibunya.
Ia menghela napas panjang. "Oh, yang itu? Iya, iya, aku ingat, Ya, sudah, Mama sama Gina duluan saja. Nanti aku menyusul."
"Nggak! Kita akan berangkat bareng. Mama tau ini hanya akal-akalan kamu biar nggak jadi ketemu sama wanita itu, kan? Mama sudah hafal betul akal bulus kamu. Sudah, sana mandi dan pakai pakaian yang rapi. Mama tunggu di bawah!"