Desah Di Kamar Sebelah
Seketika membuat bulu kuduk jadi berdiri sempurna.
Masa, sih? Apa iya? Bagaimana kalau ucapan Rahima jadi kenyataan? Astaga, aku takut sekali.
“Ah, kamu nakutin aja!” ucapku sambil mengibaskan tangan.
“Bener, Nyah. Di kampungku, dulu ada orang gila. Dibawalah ke rumah sakit jiwa, kan. Mondok setengah tahun. Katanya udah sehat, tuh. Dibalikinlah ke rumahnya. Dirawat sama orangtuanya. Eh, tahu nggak, Nyah? Dua hari kemudian ngambuh. Ibunya hampir ditikam pakai pisau. Katanya, dia lihat ibunya itu berubah jadi monster. Astaghfirullah, nggak kebayang ngerinya kaya apa. Untung nggak jadi nikam dia.”