Ibu Susu Bukan Pengganti
Emas mendengarkan dengan seksama lalu berkata lirih, "Mimpi itu bukan cuma sekedar hadir. Itu sisa trauma kamu. Jangan berhenti berharap ya? Kalau di hatimu masih merasa dia hidup, itu pasti terjadi. Ikatan seorang mama dan anak tidak akan bisa terpisah oleh apa pun, meski sekarang kita belum menemukannya."
Wanita itu meletakkan sendok dan seketika air matanya jatuh begitu saja. Dia berkata lirih, "Kalau ternyata aku beneran kehilangan bayiku gimana, Mas?"
Wajah sang suami masih datar, meski sedang berpikir keras. Kemungkinan terburuk itu memang bukan tidak terjadi lalu pria itu memegang dan menggenggam tangan kanan sang istri yang ada di atas meja. Dia berkata dengan meyakinkan Denada, "Kal