Terpaksa Menikahi Janda
“Milah, semalam tuan ini, mengaku sebagai suamimu datang kemari, untuk menjemput kamu pulang ke kota. “ Ucapan Pak RT membuat Jamilah terkejut. Ekspresi bodohnya itu terlihat menggemaskan di mataku. Eh kenapa tiba-tiba aku seperti mengagumi Jamilah.
“Tapi pak RT, sebenarnya kami... . “ Ucapan Jamilah terjeda saat aku sengaja menginjak kakinya. “Aduh, “rintih Jamilah sambil menatapku sebal.
“Kalian berdua ini terlihat seperti pengantin baru yang sedang merajuk. Ada-ada saja. Oh ya, Milah setelah sarapan kamu ajak suamimu pulang ke rumah mulai hari ini kamu istirahat dulu saja, karena ada tamu istimewa. “