Memories
Tetapi dari tempat kami yang lebih tinggi dari tanah mereka, kami masih bisa melihatnya.
“… rasanya aku ingin melempar sesuatu pada mereka.” Kataku penuh emosi. Tiba tiba Fazel mengangkat batu yang dia gunakan untuk memukul pasak, dan bersiap melempar batu itu
“Hey, hey, tidak… aku hanya bercanda. Ahahah….” Aku segera menghentikannya, meski kami pasti sama sama tau itu cuma sekadar candaan, walau rasa kesal ini amat serius. Fazel kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Hot Chapters