Selubung Memori
“Kau pasti bertanya-tanya tentang bunga itu juga, kan? Jujur saja, bunga itu kesayangan Nona Aza, dan mungkin saja bunga itu tidak cuma terhubung ke bulan, melainkan ke sesuatu yang lain.”
Aku bisa mengerti apa yang Bibi maksud. Kesimpulan itu juga kupikirkan.
Raut Bibi merenung. “Ketika arwah ada di dekatnya, bunga itu mekar.”
“Itu gagasan yang cukup liar,” komentarku, begitu saja.
“Tapi gagasan ini cukup terbukti, kan?”
“Memang. Ada yang aneh dari bunga itu.”
“Yah, Bibi rasa kau lebih paham. Dan apa-apaan itu tadi?” tuntutnya. “Kau meminta Pita apa? Sejak kapan kau mulai memikirkan hal terlarang begitu?”
Hot Chapters