Pria Desa Penakluk Wanita
Jlegur!
Suara petir menggelegar keras, disusul angin kencang yang meniup terpal tenda hingga bergoyang hebat. Dalam hitungan detik, hujan deras seperti ditumpahkan dari langit, menghantam jalanan aspal dengan brutal.
"Waduh, langsung deras begini," gumam Bara melihat air hujan yang mulai menggenang di trotoar.
Arum berdiri dengan panik, memeluk tasnya erat-erat. "Bar, bagaimana ini? Sudah malam sekali. Ibu kosku pasti mengunci pagar kalau lewat jam sepuluh."