JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Aku baru kali itu melihat pocong, Bang, dia membiusku seolah ingin menatap wajahnya yang hancur.”
“Sudah kubilang, rumah ini adalah hunian yang berada di ranting tertinggi dibanding rumah sangkar teluh (tiga). Bukan cuma satu, tapi sudah puluhan mayat. Mayat-mayat yang sudah kamu lihat di mimpimu adalah korban. Adikmu itu … “
“Rere,” timangku.
“Ya, Rere juga ikut jadi korban, korban yang tidak seharusnya ikut campur dari awal.”