Belenggu Rumah Darah
sebuah mimpi yang terasa begitu nyata.
Dalam mimpi itu, dia melihat rumah tua ini, tetapi lebih gelap, lebih suram. Dinding-dindingnya penuh dengan jejak darah, dan suara jeritan terdengar samar di kejauhan. Dia berjalan di lorong-lorong yang sepi, dan ketika dia sampai di ruang tengah, dia melihat tubuh-tubuh tergantung di langit-langit, melayang dengan wajah-wajah pucat dan mata kosong. Mereka menatapnya, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tetapi mulut mereka terkunci rapat oleh kematian.
Hot Chapters