Kafan Hitam
Matanya tiba-tiba memelotot, memerhatikan sekeliling, sedang tubuhnya mendadak duduk.
“Saya mimpi aneh, Jali,” ujar Reza seraya mencengkeram bahu Rojali kuat-kuat. “Saya mimpi dikejar-kejar orang yang tinggi besar yang mau bunuh saya. Tapi, saat saya mau lari, saya teu bisa bergerak. Saya—”
“Za,” sela Rojali, “minum dulu.”
Reza menurut, meneguk minuman di gelas hingga tandas.
Hot Chapters