Menantu Bintang Lima
"Jangan mentang-mentang Arfen cinta mati sama kamu, ya? Ugh, ugh! Kalau nggak demi Arfen, nggak sudi Mama nampung kamu dan anak-anak kamu di si---"
Fiyuh, syukurlah itu hanya mimpi dan aku terbangun di saat yang sangat tepat. Bisa saja kan, setelah itu Mama memukul aku dengan gagang kain pel sampai penyok-penyok? Ada-ada saja, menambah perasaan seram, ill feel. Masih dalam rangkaian acara healing saja sudah mimpi seburuk itu. Apalagi nanti kalau sudah pulang ke Jakarta?
Wah, sepertinya aku harus menyusun langkah baru, nih!
ตอนยอดนิยม