LOVE IN THE ENEMY
Pelukan itu sangat dirasakan Georgia, dan ia tak ingin sampai pelukan itu menghilang dari dekapannya.
“Deva!” Teriak Georgia saat terbangun dari tidurnya. Ternyata pelukan hangat dari Deva itu hanya sebuah mimpi tidurnya. Sedih yang ia rasakan saat itu, Georgia menangis dengan sangat menyayat hatinya ketika dia sadar, jika semua itu hanya mimpi indahnya. “Kenapa hanya sebuah mimpi? Kenapa kau tidak hadir sungguhan di depan mataku dan memberikan pelukan itu? Aku benar-benar sangat merindukan itu, Deva kemarilah,” lirih Georgia. Ia masih tidak percaya dengan mimpinya saat itu, ia ingin mimpi itu menjadi nyata di hadapannya. Georgia kemudian pergi mencari kakeknya yang tengah sibuk memetik buah