Cinta Berbalut Dendam
Salman langsung terbangun, lalu dia melihat jam tangannya, dilihatnya waktu menunjukan pukul tiga dinihari, yang artinya di Samarinda yang lebih cepat satu jam sudah pukul 4 pagi, dia termenung teringat mimpi barusan, hingga tak terasa kemudian terdengar sayup-sayup azan subuh, menandakan sudah hampir pukul 5 pagi.
“Engkau sudah tenang dan bahagia di alam lain, mungkin makna mimpi ini adalah aku harus membahagiakan Brigitta, anak-anak dan…Deasy!” gumam Salman seorang diri, dia lalu beranjak ke toilet dan mencuci muka, lalu ambil wudhu dan sholat dengan sangat khusuk, sampai matanya menetes di pipi teringat mendiang Vanya, tiba-tiba bayangan Vanya berubah jadi bayangan Deasy yang tersenyum me