JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Kubilang pada Umi, bahwa setelah shalat subuh nanti akan menjemput Rere pulang ke rumah.
Malam itu, aku ajak Eyang tidur di kamar Kakung. Bukan tanpa alasan, aku takut mimpi tadi terulang lagi. Aku sangat takut sampai-sampai doa di sepanjang malam ini terus tersetel di bibirku. Eyang suruh tidur, tapi, aku sungguh tak bisa memejamkan mata. Semua orang juga pasti tak bisa melupakan kejadian seperti tadi bahkan mungkin setelah berhari-hari. Apalagi aku, yang melewatkan itu beberapa jam yang lalu.