Aunty Cantik untuk Daddy
Sialan!
Aku terkejut dan bangun dengan kepala pening. Mimpi buruk terkait Jennieta dan Micko masih senantiasa berputar tanpa tahu waktu. Ini Paris, pukul lima pagi. Membawa mood buruk dan membuat awal hari menjadi hancur. Setelah memejamkan mata beberapa kali, hasilnya tetap nihil. Mata justru sibuk berkutat dengan berbagai abstraksi benda di sekitar. Mengabsen lemari, kaca, bantal, guling, bahkan hingga bathrobe yang tersampir di balik pintu.
Ah ... sial!