REKENING RAHASIAKU
Air liur ini sempat terbit saat membayangkan kemolekan yang terkurung dalam pakaian tertutupnya.
Dia, wanita yang bayangannya pernah memenuhi tiap inchi ruang-ruang di otak ini. Hampir-hampir tak tersisa celah yang kosong dari segala tentangnya. Senyum, tawa, tangis, kedipan dan seluruh gerak tubuhnya membuatku terpasung dalam jeratan asmara. Gilakah aku di kala itu? Tentu saja tak waras sebab hayalanku hanya seputar Mita dan Mita.
Tapi, hayalan-hayalan itu pudar kala cakrawala berpikirku melebar. Nyatanya ada yang lebih menyilaukan dibanding wanita, apalagi kalau bukan gemerlapnya harta.
Bab Populer