Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan
Zhen Ming menjawab mantap, “Aku tidak akan melepasnya lagi, Paman. Dia satu-satunya Permaisuri Raja dari Mansion Yan-ku.”
”Bagus, percepat laju perang. Aku khawatir kesehatannya memburuk jika terlalu lama di sini. Merawatnya di Mansion Yan lebih nyaman dan aman.”
“Ya,” Zhen Ming mengangguk sekilas pada Tabib Hou lalu memasuki ruang kamar. Kakinya menghampiri ranjang kayu itu, “Qiqi.”
“Um?” Mei Anqi beralih menatap Zhen Ming. Pria itu mengenakan hanfu biru tua berpola ular seperti biasa, tampak dingin dan tegas. “Suamiku, ada apa?”