Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Red in Us

Red in Us

“Ini pasti menyenangkan, Tha. Bukan perjalanan panjang, hanya sekitar dua puluh menit, berarti pemandangan yang disuguhkan cukup bagus.” Katha membenarkan dalam hati. Dia kemudian membenahi jaket denim yang dipakainya, lalu melipat lengan di depan parut. Ya, sudah terlambat kalau mau membatalkan perjalanan dengan Romatic Train ini. Mereka sudah membeli tiket, dan hanya tinggal satu menit sebelum kereta berjalan. Hari masih pagi. Orang-orang tampak bersemangat memasuki kereta. Begitu juga dengan Rabu yang tanpa canggung menggandeng Katha agar berjalan bersamanya.
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 589 Times as on the train
Read
+Library
Cerita di Kereta Bawah Tanah

Cerita di Kereta Bawah Tanah

Tepat ketika pikiranku mengembara di titik paling liar, tiba-tiba sesuatu yang lembut menabrak tubuhku dari samping. “Aduh… sakit…” Suara seorang wanita terdengar manja di telingaku, lembut dan menggoda sekaligus. Bersamaan dengan suara itu, aroma harum yang manis menyeruak di indra penciumanku, membuatku spontan tersadar. Saat kepalaku menunduk, aku melihat seorang wanita berpenampilan menggoda. Wanita itu mengenakan pakaian berkerah V yang potongannya rendah, menampilkan belahan dadanya, yang sekarang sedang menempel padaku karena guncangan kereta.
10.9K viewsCompletedAdded to Library 380 Times as on the train
Read
+Library
Istri Kesayangan Juragan

Istri Kesayangan Juragan

Aku bisa ke stasiun? Anin: Nggak usah… makasih ya. Doain Bapakku. Stasiun Gambir menyambut dengan lampu terang dan deru pengumuman. Orang-orang sibuk menyeret koper, mencari gate. Tapi buat Anindya, semuanya samar. Langkahnya seperti orang mengambang. Ia masuk ke ruang tunggu. Duduk sendiri. Menatap layar besar berisi jadwal kereta. Taksaka Malam — ON TIME.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as on the train
Read
+Library
Gairah Sang Penyihir Menawan

Gairah Sang Penyihir Menawan

“Siap, Yang Mulia.” Kereta mulai bergerak, roda berderit di tanah yang lembab. Beberapa meter setelah menjauh, angin berhembus. Teon muncul kembali di sisi kereta, menunduk hormat. “Yang Mulia, mohon izin masuk.” “Masuklah.” Suara Adhelard terdengar tegang, namun penuh harapan.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as on the train
Read
+Library
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

"Sudahlah. Tidak usah membicarakannya!" putus Raven. Mulai tidak suka Matteo menjadi pokok bahasan utama obrolan mereka. "Lebih baik kita membahas soal Frey dan Al, atau mungkin..." "La strada del treno finisce qui." (Jalan kereta berakhir di sini) Kusir kereta yang mereka tumpangi menyela Raven. Kereta itu sudah berhenti cukup lama, namun kedua penumpangnya, belum bergerak. Dia akhirnya mengingatkan dengan sopan, karena tidak tahu kapan Ellie dan Raven akan menyadarinya.
109.7K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as on the train
Read
+Library
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

“Kita akan mengunjungi Bibi! Rumahnya sangat jauh. Ayah bilang kita naik kereta, dan tiketnya sudah dibeli. Aku belum pernah naik kereta sebelumnya, Kakek. Kakek, Kakek pernah naik kereta, kan?” “Tentu saja, Kakek sudah naik kereta beberapa kali. Kereta itu panjang, ada banyak gerbong, orang-orang duduk di dalamnya. Kita bisa makan, tidur, bahkan pergi ke toilet. Duduk di dekat jendela, kita bisa melihat pemandangan indah di luar. Saat kereta mulai bergerak, bunyinya ‘Tut, tut, tut’,” jelas Ardan sambil tersenyum mengenang. Athnan tampak berseri-seri. “Aku ingin naik kereta sekarang juga! Tapi Ayah bilang tiketnya untuk besok. Jadi kita harus menunggu.”
106.9K viewsOngoingAdded to Library 254 Times as on the train
Read
+Library
FATED

FATED

Aku pun keluar dari kereta dan menunggu untuk dijemput. Karena hari ini adalah hari Sabtu jadi kereta lumayan penuh dengan penumpang. Aku melihat beberapa pasangan yang akan berjalan-jalan. Aku juga melihat beberapa keluarga yang sepertinya akan berlibur. Terkadang aku iri dengan mereka. Mereka bisa pergi kemanapun yang mereka inginkan dan kapanpun yang mereka mau. Sedangkan aku, hidupku serasa diatur oleh beberapa ‘tangan’. Menjadi trainee bukanlah hal yang mudah. Jika kau kira aku selalu merasa beruntung ketika diterima sebagai trainee, kau salah. Kadang kala aku merasa lebih baik jika mereka memilih seseorang yang lebih baik dariku.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as on the train
Read
+Library
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

ucap Rin disertai kekehan manisnya. Tidak lama menunggu, kereta datang. Mereka berempat berjalan masuk. Sesampai di depan pintu kereta, ada seorang Train Attendant, yang merupakan seorang yang melayani penumpang selama perjalanan kereta. "Tuan Rin Kiyotaka?" tanyanya. Rin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Seketika semua mata tertuju pada mereka. "Mari ikut saya." ucapnya.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as on the train
Read
+Library
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Dia bahkan dengan penuh perhatian memesankan tiket kereta untukku. Saat naik kereta, aku tak menyangka akan ada begitu banyak pekerja konstruksi di ranjang tidur kereta api. Para pekerja konstruksi itu memancarkan aroma maskulin yang kuat saat mereka berkumpul di dekat ranjang bawahku untuk bermain kartu dan merokok. Suhu di ruang pribadi terasa agak tinggi, jadi mereka melepas mantel mereka satu per satu karena asyik bermain.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as on the train
Read
+Library
Asmara Terlarang di Kereta Api

Asmara Terlarang di Kereta Api

Suasana di dalam bilik kereta yang tertutup ini menjadi semakin menggoda dan Yoga tetap diam, tapi tatapannya menjadi makin liar saat melihatku diam saja. Seketika, ruangan itu hanya dipenuhi oleh suara napas berat Yoga. Tiba-tiba pintu gerbong terbuka dari luar. Suamiku akhirnya kembali. Suasana yang nyaris liar itu pun seketika pecah. Aku cepat-cepat bangkit. Aku mengambil baju ganti dari koper, lalu pergi ke kamar kecil. Di kereta tidak ada banyak hiburan. Setelah makan malam, kami semua cepat-cepat naik ke ranjang untuk beristirahat.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as on the train
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status