Tumbal Bulan Suro
Aku terperangah saat mendapati ternyata bagian bawah tembok tersebut berlubang, dan selama ini yang menutupinya hanyalah semen tiruan semata.
"Tak usah banyak tanya, cepat keluar!"
Seolah mengerti tanda tanya di kepalaku, Bi Aini kembali memberi instruksi.
"Tapi Bi, bagaimana jika di luar aku bertemu dengan Mbah Sedan atau pengikutnya?"
"Mbah Sedan tak akan keluar lagi, karena bulan suro sudah habis. Percayalah pada Bibi."
"Oh, ya. Satu lagi, di perbatasan Desa nanti sudah ada Ustadz Arif dan Ibnu yang menunggu kalian."
Hot Chapters