Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
Fitripertemuan takdir cinta yang kelamtakdir cintacinta yang tertunda, janji yang hampakata-kata takdir mempertemukan kita
Pria yang duduk di balik meja itu tidak mengangkat kepala, hanya melirik sekilas, tetapi sudah membuat seluruh tubuh Moana gemetar.
Moana berdiri di pintu dengan tangan dan kaki yang gemetar tak terkendali. Dia sampai harus bersandar pada daun pintu agar tidak jatuh.
"Beberapa hari ini, Maeris terus menghubungiku, menyuruhku memfitnah Lunara sebagai orang yang mencuri data."
Kayden mengangkat kelopak matanya. Tatapan dinginnya tertuju ke wajah Moana. "Maeris?"