Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Bukannya marah, perempuan itu hanya memekik manja sambil memukul pelan lengan pria itu. "Ah iya Mas, habis sering dipompa sih makanya berisi." Aku terpana melihat adegan di depanku ini, lebih mirip om-om yang menggoda dedek-dedek gemes daripada pembeli yang memesan kopi. Tidak ada yang salah akan hal itu, Aku sudah terbiasa melihat adegan serupa di club-club malam. Hanya tempatnya saja yang berbeda.
9.9209.1K viewsCompletedAdded to Library 6.5K Times as muka kodok
Read
+Library
MADUKU TERNYATA KEMBARANKU

MADUKU TERNYATA KEMBARANKU

"Mah! Mah! Kok malah bengong sih?" Ucapan Rista menyadarkan Bu Bianca dari lamunannya. "Eh iya-iya maaf, Mama kurang fokus akhir-akhir ini." "Apa sebabnya Ma, kangen sama papa ya?" ucap Rista sedikit meledek. Tak menyadari bahwa dirinyalah penyebab hati sang ibu gundah. "Sudah pasti kangen sama papa, tetapi bukan itu masalahnya."
101.8K viewsOn holdAdded to Library 41 Times as muka kodok
Read
+Library
Hello, My EX

Hello, My EX

Rea tertawa sarkastik, "Ha-ha-ha, kayaknya bakal dapet pengalaman berharga banget hari ini." Raga tersenyum tipis. Mobilnya terparkir di sebuah vila tak terlalu besar, tapi sangat asri dengan taman di bagian depan vila. Ada patung kodok yang mengeluarkan air dari mulutnya. Rea memandangi patung tersebut saat turun dari mobil. "Kok, gue kayak nggak asing sama patungnya." Raga berdiri di sebelah Rea, "Gamakichi, salah satu katak yang muncul di serial Naruto Shippuden. Tahu?"
108.5K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as muka kodok
Read
+Library
Pengacara Cantik Pencuri Hatiku

Pengacara Cantik Pencuri Hatiku

( Stiker alis naik turun menggoda ) ] [ // Jihan Milik Kodok Yang @Kodok Milik Jihan, sobat kamu halal buat ditimpuk gaksih? [ // Kodok Milik Jihan Timpuk aja, Yang @Jihan Milik Kodok. Nanti aku sediain batu bata setoko bangunan. Kalau kurang kasih tau ya, Ayang :* ] [ // Kampret Sialan! ]
6.7K viewsOngoingAdded to Library 267 Times as muka kodok
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Alina meringis menahan rasa sakit. Cambuk itu melayang berulang kali, melukai tubuhnya. Darah segar berceceran di lantai, namun penderitaannya belum berakhir. Alina mengepalkan tangannya penuh kemarahan. Tak kuat menahan rasa sakit, air mata menetes membasahi pipinya, sementara pria itu terkekeh. Derit pintu kembali membuat Alina semakin ketakutan. Napasnya terengah-engah, Alina menunduk tak berani menatap sekitar. Sebuah kode yang diisyaratkan dengan tangan menghentikan pukulan cambuk itu.
929 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as muka kodok
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tanya Nico, menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruangan dimana Mawar sedang ditangani. Dokter itu menunjukkan wajah muram. "Dia, koma," Nico mencengkram kerah seragam dokter dengan erat sehingga membuat Dokter itu hampir tercekik. "Bagaimana bisa? Dia hanya tenggelam, tidak mungkin sampai koma!" Teriaknya menatap Dokter itu dengan berang. "Anda tenanglah," Dokter mencoba melepas cengkraman Nico di kerah bajunya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as muka kodok
Read
+Library
TUMBAL UNTUK MADUKU

TUMBAL UNTUK MADUKU

Huwek Huwek Huwek Mama Elly memuntahkan isi perutnya di atas lantai. Bi Ina yang saat itu berada di luar, langsung masuk ke dalam dan melihat muntahan mama Elly di sana, sementara itu yang membuat bi Ina tidak bisa menahan rasa mualnya, ketika melihat belatung begitu banyak berkerubung pada potongan daging soup yang dibawa ole Arkan. "Ina, tolong bantu aku keluar dari sini, aku sudah tidak tahan mencium bau busuk di sini," titah mama Elly menahan dadanya dengan satu tangannya.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as muka kodok
Read
+Library
Masak Daging Misterius

Masak Daging Misterius

Wajah Mama Ami yang sebelumnya berseri dengan polesan make up mahal itu kini berubah merah karena menahan malu. "Oh iya, aku pernah makan nasi uduk di salah satu rumah warga. Perpaduan antara rasa nasi uduk sama temen-temennya nasi itu kayak, orek tempe, telur kecap, salad mentimun, dan kacang tanah. Wiih, enak banget, sambal tomat nya aduhai ... nikmat sekali," tutur Satya sembari membayangkan masakan yang diolah oleh Widia. "Memang sekali-sekali kita perlu menikmati makanan yang memang kita jarang memakannya, ya kan?" imbuh Ayah Mita.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as muka kodok
Read
+Library
Sepupuku Ternyata Maduku

Sepupuku Ternyata Maduku

ucap anak itu setelah ia menjilat coklat yang diberikan Dania. “Walah, Disa bisa aja ngomong kayak gitu.” Dania terkekeh. “Itu kata-kata dari Papa kalau lagi muji Mama. Papa pernah makan kue buatan Mama, kata Papa, kuenya manis kayak Mama,” tutur Disa lagi, anak itu mulai menggigit coklat pemberian Dania tadi. Dania tersenyum merekah ketikan mendengar ocehan anak itu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as muka kodok
Read
+Library
Anak Untuk Maduku

Anak Untuk Maduku

ucap Allarick. "Waalaikumsalam mas..." ucap Moana sembari menekan tombol merah di ponsel nya. "Kamu udah putusin mau pesan apa Dek?' tanya Moana pada Namiya yang pura pura sibuk membolak balik buku menu saat Moana bertelepon dengan Allarick. "Aku makan Soto Padang aja mbak" Ucap Namiya sambil menunjuk gambar soto Padang di buku menu.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as muka kodok
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status