Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hangatnya Dekapan Mas Dokter

Hangatnya Dekapan Mas Dokter

Napas hangat pria itu berhembus menerpa permukaan kulit wajah Renata, membuat jantungnya berdegup liar. "Menggoda begitu... apakah itu kode atau apa untukku malam ini?" bisik Daniel dengan senyum miring. "Bukan! Sama sekali bukan kode!" pangkas Renata cepat dengan wajah merona merah padam. Ia meremas jemarinya sendiri, merasa sangat malu atas keceplosan konyol yang justru memantik gairah pria di hadapannya. "Itu hanya keceplosan saja!" teriaknya pelan membela diri dari intimidasi manis sang dokter.
5.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Kakakku

Gairah Cinta Kakakku

Dengan cepat, Silvi mengetikkan kata kunci di ponselnya, mencari informasi tentang hukum mengonsumsi kodok menurut ajaran Islam. Hasil pencarian menunjukkan adanya dua pendapat yang berbeda mengenai hukum mengonsumsi kodok. Ada yang mengharamkan karena menganggap kodok sebagai hewan yang menjijikkan, namun ada pula yang memperbolehkan. Akan tetapi, informasi tentang kodok yang mengandung racun ternyata benar. Beberapa jenis kodok memang memiliki racun yang berbahaya bagi kesehatan.
1035.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Dosen Mudaku

Dosen Mudaku

Memorinya harus menampung semua informasi tentang pemuda yang akan menjadi incarannya nanti. "Kayaknya cowok yang lo panggil Varo itu kelihatannya lembut, ya?" tebak Karina namun dijawab gelengan kepala cepat oleh Andin. "No, Karin! Varo itu dingin, cuek, nggak punya perasaan sih, tegaan! Dia juga sering balap motor diam-diam. Tapi yang bikin aku heran, kata Beno—temennya Varo sekaligus tetangga gue, Varo tuh selalu jadi imam mushola kalau Pak Malik lagi ada kerjaan. Dia juga sering kasih ceramah ke bocil-bocil yang nakal, dan ceramahin Ibu-ibu komplek yang suka ghibah. Mungkin karena itu kali ya dia jadi suka seenaknya dan nggak punya perasaan."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Begitu kata-kata itu terlontar, Arlo mengentakkan kaki dan memelesat seperti peluru meriam. Dibandingkan kodok raksasa setinggi dua meter itu, tubuh Arlo memang tampak kecil. Perbedaan ukuran itu juga membuat si kodok murka. Lidah panjangnya langsung memelesat seperti cambuk merah raksasa ke arah Arlo. Namun, Arlo sama sekali tidak menghindar. Dia langsung menangkap lidah kodok itu, mengubah tinjunya menjadi cengkeraman, lalu menusuk lidah itu.
9.8583.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.7K kali sebagai muka kodok
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Dagda menusukkan pedangnya ke depan lagi, dan cahaya merah pun melesat tepat ke lidah besar Kodok Es. Lidah Kodok Es bisa menembak sejauh 20 meter dan terdapat cairan lengket dan menjijikkan di atasnya, juga sangat dingin. Cairan itu akan menempel pada apa pun yang tersentuh lidah tersebut, dan lapisan es akan terbentuk di sekitar tempat yang disentuhnya. Kecuali mereka merobek daging mereka, mereka akan benar-benar terbungkus oleh lidah yang panjang, dan tidak akan pernah bisa keluar.
9.17.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187.7K kali sebagai muka kodok
Tampilkan Ulasan (2320)
Baca
+Pustaka
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Baca Semua Ulasan
Maduku Sayang

Maduku Sayang

" Kesempatan besar. Aku merogoh kantong daster dan mengunci dari luar setelah itu memesan makanan untuk dinikmati sebagai acara syukur kecil-kecilan. Tiga puluh menit berlalu suara pintu kamar digedor-gedor dari dalam. Aku yang tengah menikmati nasi ayam tersenyum menang. "Selamat menikmati kesumpekan dalam kamar, Maduku Sayang." "Anj*ng!" umpat Vidia terus menggedor pintu bahkan mungkin ditendang sesekali. "Ardina! Buka, Bangs*t!"
9.927.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

"Buat kopi hitam tanpa gula. Taruh di kolong tempat tidur Rahman. Nanti malam, aku ke sana. Kalau berkurang, berarti Rahman kena guna-guna," papar Wak Toriq dari seberang sana. Ambu dan Abah yang mendengar itu pun tersentak. Mereka saling pandang. Awalnya, besok akan memanggil Kakak Ambu itu.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

NASI KOTAK BUATANKU DISHARE DI GROUP Aku, Mas Ihsan dan Pak Kadus saling menatap satu sama lain untuk sesaat. Mungkin kami merasakan hal yang sama. Syok, setelah mendengar penjelasan dari dokter serta melihat sendiri hasil cek darah dan cek makanan yang dikonsumsi Emak dan Bu Kadus. Gulai daun singkong yang disantap mereka ternyata mengandung r*cun tikus.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Jodohku Dokter Galak

Jodohku Dokter Galak

"Lanang kok gawe gincu, putih-putih koyok direndem Bayclin mirip bencong!" (Laki-laki kok pakai lipstik, putih-putih kayak direndam Bayclin mirip bencong!) "Lambemu!" sungut Valentina tak terima. "Awakmu dewe seneng JKT48 ae!" (Mulutmu!) (Kamu sendiri suka JKT48 aja!)
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

Wajahnya tidak terlihat jelas. Tapi Bianca tahu siapa dia. Dan lebih buruk lagi ia tahu siapa yang berdiri tepat di luar frame foto itu. Pesan kedua masuk. Kita semua punya masa lalu. Bedanya, tidak semua masa lalu memilih diam selamanya. Bianca menutup mata. Nama itu tidak tertulis. Namun ia tahu siapa pengirimnya. *** Di mansion Valente, Don Alessandro duduk sendirian di ruang makan panjang yang jarang lagi terisi.
10967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai muka kodok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status