Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Tanya Mas Haris dengan nada tidak suka kepada wanita sok centil yang duduk di sebelahnya. "Ak-aku hanya masak seperti biasa?" "Kamu bisa masak nggak sih, coba cicipi ini?". ujar Mas Haris pelan sambil menyodorkan piringnya. "Cobain deh, biar kamu tahu kenapa semua orang bisa muntah." Dan benar saja ketika dia mencicipinya wanita itu tak kuasa menahan rasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

Dia membuang muka, melipat tangannya di depan dada. "Murah*n?" Aku bertanya dengan senyum di bibir. Lalu merogoh sesuatu yang ada di dalam tas. Bedak la prairie aku ambil. Membukanya lalu menghadapkan cerminnya ke arah wanita yang baru saja merendahkanku. "Ngaca!" Maura geram, terlihat dari rahangnya yang mengeras. Giginya gemeretak seakan ingin mengunyah apapun yang ada di hadapannya.
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Masa enggak! "Woi! Mel!" Aku menoleh begitu suara teman bobrokku itu datang berkunjung. Seperti kebiasaannya, Donita boru Sidamanik ini akan datang tepat sebelum makan siang. Untung cuma numpang makan, bukan tidur apalagi mandi. "Apa?" jawabku sambil mengedit video joget Money-nya Lalisa Manoban yang tengah viral beberapa bulan ini.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Pelayanan Kamar Spesial

Pelayanan Kamar Spesial

Lelaki itu berlalu setelah membanting pintu. "Mas!" "Mas Cakra!" Danita meraung-raung di tempat. Tangisnya pecah saat itu juga. *** Di depan kaca Melisa merenung, menatap pemandangan kota dengan sisa genangan air hujan di mana-mana. Langit seolah menggantikannya untuk menangis hari ini. Bersama awan pekat yang menyelimuti hati suramnya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Ungkapku. Mela terbatuk-batuk, sedangkan Egi menoleh pada Mela dengan penuh tanda tanya. Gegas Egi memberikan botol mineral pada Mela dan Mela meneguknya agar batuknya berhenti, tapi Mela tampak gugup dengan wajah memerah bak udang rebus menahan malu di hadapan Egi.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Nico menaruh tangannya di puncuk kepala Mawar, mengelus untuk menenangkan. Mawar malah mengeraskan suara tangisannya, dia mengambil ujung kemeja berwarna merah milik Nico yang sedang dia pakai dan mengelap ingusnya di sana. "Kenapa kau melihatku seperti itu!" Mawar berkata sinis, dia tidak terima melihat ekspresi jijik yang di tampakkan lelaki itu.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Luka Mila

Luka Mila

seru Jeki, “Ada udang balado noh." “Mewah amat,” balas Mila sambil tersenyum lebar pada Jeki sebelum benar-benar melangkah menuju kost-annya. Di tangannya, Mila membuka ponsel lalu memilih mode libur 3 hari pada aplikasi kerjanya. Kata “disetujui” muncul membuat Mila bisa menarik napas dalam-dalam.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
My Sweet Wife

My Sweet Wife

Ucap Maya. “Baik Mbak May, terima kasih.” Ucap Melissa tulus. Gadis itu meraih tangan Mita. Mencoba mencari kekuatan agar dapat meredakan kegugupannya saat ini. Mita dengan tulus, menggenggam erat tangan Melissa. “Ayo kita keluar.” Ajak Mita.
1021.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

"Ayahku sekarang adalah tokoh penting di Melasa! Melasa jauh lebih besar dari Kota Huari!" Milla bertanya dengan tenang, "Kamu pernah SMP dan belajar geografi, 'kan? Kamu yakin Melasa lebih besar dari Kota Huari?" Wajah Hara langsung berubah canggung. Dia memang tidak tahu mana yang lebih besar secara wilayah. "Hehe." Milla tersenyum menghina. Saat itu juga, Graham akhirnya bisa melepaskan diri dari kerumunan orang-orang yang terus menyapanya. Dia menoleh dan melambai ke arah Milla. "Hei, Nak! Ayo, kita jalan lagi!"
10121.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Pijat Yuk, Mas!

Pijat Yuk, Mas!

"Uang muka lima juta langsung cair siang ini kalau kalian tanda tangan. Dan setelah kamu mulai 'melayani' di lantai tiga, Mir, setiap sesi kamu bisa dapat sepuluh juta." Mata Nani membelalak, kilatan iri terpancar jelas dari balik maskaranya yang tebal. "Terus saya gimana, Mas? Masa saya di lantai dua terus nemenin tamu-tamu mabuk yang bawel dan pelit?"
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai muka melas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status