Ada sesuatu yang tragis sekaligus memikat tentang hubungan antara tokoh utama dan pangeran dalam cerita ini. Bayangkan, seorang pangeran yang seharusnya menjadi pelindung justru terobsesi untuk menghabisi nyawa protagonis setiap hari. Aku pernah membaca novel 'The Crown's Game' dimana dinamika seperti ini muncul karena takdir atau kutukan yang memaksa mereka saling berhadapan. Bisa juga ini adalah metafora dari konflik internal si pangeran—misalnya, dia membenci tokoh utama karena melambangkan kebebasan yang tidak dia miliki. Atau mungkin... ini cinta yang salah bentuk? Seperti dalam 'Romeo and Juliet', tapi dengan lebih banyak pedang dan racun.
Aku juga terinspirasi oleh anime 'Re:Zero' dimana Subaru terus-menerus mati dan kembali hidup. Disini, motif pangeran mungkin bukan sekadar kebencian, tapi semacam ritual atau eksperimen. Ada kedalaman psikologis yang mengerikan sekaligus memukau ketika seseorang dengan kekuasaan absolut memilih kekerasan sebagai bahasa cinta atau frustrasi. Bagaimanapun, konflik seperti ini selalu meninggalkan jejak emosional yang dalam bagi pembaca.