Me and You
“Baiklah, kutunggu kabar baikmu, ya! Sela dan Rikky telah setuju dengan usul kami.”
Mendengar ‘kami’ dari kalimatnya, seolah-seolah benteng keras yang telah kubangun sedari pagi, hampir runtuh tak tersisa. Kupikir, rencana makan bersama itu tak dihadiri Liana. Ternyata, aku salah. Hari kedua mereka berpacaran sudah membuat suasana hatiku naik-turun. Benar-benar. Tak hanya sabar yang dibutuhkan, tapi juga kekuatan untuk bertahan pada kenyataan tak terduga.
Hot Chapters