Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Choice

Choice

Walaupun ini bukan pilihanku untuk hidup, namun ini pilihan hidup yang harus aku jalani. Aku bisa saja melarikan diri, tapi sejauh apapun aku pergi, aku pasti akan tertangkap lagi. Aku pernah kabur ke Australia, namun dua hari kemudian mereka menemukanku. Berulang kali aku mencoba untuk bunuh diri namun selalu gagal. Nggak ada satupun yang memperlakukanku sebagai manusia. Aku hanyalah budak nafsu bagi mereka, manusia-manusia biadab.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as my body my choice
Read
+Library
Me and You

Me and You

tanya Irsya pada Ica. “Cari angin sambil olahraga, Kak,” jawabnya. Alasan yang selalu Ica ucapkan jika ada yang bertanya padanya perihal itu. Ica tidak berbohong bukan? Ia memang olahraga, tapi jika ada pilihan lain Ica lebih memilih tidak melakukannya. “Lain kali telpon kakak aja biar kakak jemput.” Ica hanya menjawab dengan senyum dan anggukan.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as my body my choice
Read
+Library
Aku Bukan Pilihannya

Aku Bukan Pilihannya

Aku hanya bisa melindungi perutku sambil memohon dengan putus asa, “Tolong jangan sakiti anakku!” Namun, mereka mengabaikan permohonanku. Mereka bahkan merobek pakaianku dan menyeretku untuk dipermalukan di depan umum. Di tengah ejekan dan makian, entah siapa yang mendorongku, tubuhku terhuyung dan hampir terjatuh. Di saat genting itu, sepasang lengan kuat melingkari tubuhku dari belakang.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as my body my choice
Read
+Library
500 Juta Harga Tubuhku Untukmu

500 Juta Harga Tubuhku Untukmu

Tapi, melakukannya dengan calon suami tantenya sendiri bukanlah pilihan yang waras, meskipun sebenarnya keputusan menjual diri ini juga sangat tidak waras. “M–maaf … saya tidak bisa, Nyonya,” ucap Kiana dengan tubuh bergetar. Ia tak berani mengangkat pandangannya. “Saya tidak mau terlibat dalam masalah itu. Keputusan saya ini sudah sangat buruk, jadi saya tidak mau membuatnya semakin buruk lagi.”
10728 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as my body my choice
Read
+Library
Pay Me With Your Body

Pay Me With Your Body

Gerakan itu bukanlah karena hasrat, tapi keinginan untuk mengenali kembali dirinya sendiri. Dan mencoba mengendalikan tubuh yang terasa bukan miliknya. Tapi ketika ia menyentuh pusat dadanya, desahan pelan pun keluar begitu saja. Aveline langsung menutup mulutnya karena terkejut. Pipinya merah padam karena malu pada dirinya sendiri. Ia pun memeluk lututnya erat-erat dengan tubuh yang gemetar. "Ini bukan aku... Ini bukan aku..."
1048.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as my body my choice
Read
+Library
MY ANNOYING BODYGUARD

MY ANNOYING BODYGUARD

kata Jean membawa tubuhnya berhenti pada tangga paling dasar di lantai terdasar gedung itu. Tanpa menunggu lama, Radka segera berjalan meninggalkan Jean di sana. Dia memilah jalan menghindari guyusan hujan lebat dengan berjalan melalui pinggir kelas hingga koridor di depan sekolah. Dia mengabaikan tubuhnya yang terguyur air hujan begitu berlari dari koridor menuju ke mobil sedan mewah. Akan tetapi, tidak ada payung lagi di dalam mobil itu selain payung yang sudah Radka bawa tadi.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as my body my choice
Read
+Library
Tubuhmu Milikku

Tubuhmu Milikku

Ia berjalan menuju kasur lalu duduk disana. “Tidak. Aku tidak mau memakai gaun itu. Itu artinya aku sama saja menerima pinangannya. Nggak! Aku nggak mau, dia telah mengurungku dan tidak memberikan aku pulang.” Monolognya yang menolak tegas. Kemudian, Xena memerhatikan tubuhnya di cermin. Ia melihat bahwa dirinya sangat dekil dan bau. Jelas saja baju ini adalah baju kerja dan ia belum mandi sore kemarin dan juga pagi ini.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as my body my choice
Read
+Library
Me and You

Me and You

“Ibu kan sudah bilang! Latihan silat itu berbahaya!” Mendengar itu, sebenarnya aku sudah biasa. Tak ada yang berbeda dari ucapan-ucapan sebelumnya. Hanya, kali ini kuping terasa panas. Tubuh sudah minta istirahat, boro-boro bisa rehat. “Aku sudah lima belas tahun, Bu! Menentukan kegemaranku sendiri, masa tidak boleh juga?” “Siapa yang bilang tidak boleh?” Ibu mulai membela diri. “Sah-sah saja kalau kau mau menentukan kegemaranmu. Tapi mengapa harus silat?!!”
102.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as my body my choice
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status