Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pilihan Kedua

Pilihan Kedua

Pose dengan wajah tanpa ekspresi, dan menatapku lurus, bak sedang menjalani pemotretan. Well, sudah kubilang kalau Bara ini tak terlalu buruk. Tatonya sangat menarik perhatianku, tapi ia terlalu mengumbar kalimat manis yang sangat kubenci itu. Tapi jika hanya untuk candaan, Bara ini sangat cocok. Aku akan lebih memilih sepuluh orang yang mirip Bara, di banding satu orang seperti Clarissa. “Oh ya, kamu udah denger kalau Pak Erlangga bakal nginep di sini lagi?” tanya Bara ketika tertawa kami sudah menghilang sepenuhnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Bisakah Untuk Tidak Memilih

Bisakah Untuk Tidak Memilih

tunjuk orang itu ke muka Javas. “Saya merasa saya tidak pernah melakukan kesalahan besar terhadap orang lain. Saya tidak mau mati untuk kesalahan yang saya tidak perbuat!” “Tidak masalah Javas, hidup dan mati itu terkadang adalah sebuah pilihan seseorang tapi kamu harus tau kalau pilihan itu pasti punya konsekuensi. Kamu memilih hidup maka kamu mengorbankan dua wanita cantik ini untuk orang berdosa seperti kamu tapi jika kamu memilih mati bukankah kamu akan menjadi pahlawan tanpa membunuh nyawa orang tak bersalah?” orang itu tersenyum dan tanpa berkata apa-apa lagi, mereka membawa Rachel dan Indira masuk kembali ke kabut yang tebal. Javas berlari mengejar Rachel dan Indira tapi yang ada bebe
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
MEMILIH BERPISAH

MEMILIH BERPISAH

tanya Titin beralibi. "Hmm, saya mau ke Taiwan, Mba." "Kalau begitu, kita sama, mba. Saya minta nomor ponsel mba Sarah, ya. Siapa tahu kita bisa jadi teman. Soalnya kalau di perantauan sesama Indonesia, harus saling mendukung. Mba." Titin terus berbicara panjang lebar, wanita itu memang sangat mudah bergaul, sangat berbeda dengan Sarah yang cenderung pendiam, dan akan banyak bicara dengan orang yang benar-benar udah dekat dengan dia.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Lelaki Kedua

Lelaki Kedua

Dan Bang Fajar tidak perlu ketemu dengan pemuda itu. “Kan tadi aku dah bilang, semuanya bagus. Abang masih suruh aku yang milih. Tau sendiri kan, semakin banyak pilihan semakin bingung akunya,” sahutku sambil mengerucutkan bibir. ‘Seperti kamu yang menghadirkan Farhan di antara kita, kan galau Adek, Bang.’ “Ya namanya toko, ya pasti banyak pilihan lah, gimana sih?” sahut Bang Fajar tertawa kecil. Tapi aku yakin itu tawa yang dipaksakan.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

Satu pertanyaan dia belum menjawab, membuatnya berpikir, lalu pertanyaan kedua dan seterusnya membuat Grace terdiam. “Hidup itu adalah sebuah pilihan, kau harus bisa memilih, kemudian menjalaninya. Kalau kau memutuskan untuk menjalaninya lebih dulu, selamanya kau akan terjebak dengan perasaanmu sendiri. Selamanya kau akan dibuat bimbang, kau harus bisa memilih satu di antara dua,” tegas Kevin. Apa benar yang dikatakan Kevin? Dia memiliki rasa untuk kedua pemuda itu? Membuat Grace bertanya-tanya pada dirinya.
1057.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai perbedaan chose dan choose
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Ana Sue
Bantu dukung novel ini dengan Mengirimkan gems, bagi pengirim gems terbanyak akan diberikan novel cetak saya secara GRATIS (ongkir ditanggung saya pribadi) hanya untuk 3 orang ya. Saya perpanjang satu minggu lagi dari sekarang :)
Rosi Minori
bagus banget ceritanya,Grace si cwe yg bercita2 jd wanita malam,baginya pekerjaan sangat mulia,menghasilkan uang banyak dan bisa memperbaiki kehidupannya...semoga Grace ga bener2 ya jd wanita malamnya,,sukses buat authornya jg,,
Baca Semua Ulasan
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

"Hidup ini pilihan. Jika kita tak memilih, maka kesempatan untuk menelan obat adalah nol prosen. Namun, ketika kita memilih, maka kesempatan untuk menelan obat adalah lima puluh prosen. Memilih meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan apa yang diinginkan dibandingkan dengan tidak memilih." Kumasukkan lembaran-lembaran kentang yang telah diiris ke dalam dry fryer. Alas! Aku sudah memilih. Aku memilih untuk melepaskan. Tapi kenapa malah terasa lebih sakit dari sebelumnya? Apa aku telah menelan racun?
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Aku memilih diam. *** [1] Dhelem : bahasa Madura halus, artinya iya. [2] Pettong popo : bahasa Madura, artinya: sepupu ketujuh, saudara jauh.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Istri yang Terpilih

Istri yang Terpilih

“Kumohon!” “Tenang saja,” Lucas mendekat dan menepuk bahu Moca. “Selagi Nona-mu tidak mencolok, sebagai target dia akan terus diundur, setidaknya sampai batas waktu, saat istri yang terpilih akan ditentukan.” Lucas tidak menyurutkan seringaiannya, “aku suka wajah menyedihkanmu, dan betapa pekanya kamu akan keadaan.”
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

Menjadi Istri Rahasia CEO Dingin

“Aku mau ini.” Habiba duduk dan langsung menyantap cilok. “Husein mengernyit. “Hei, kau hanya boleh pilih salah satu saja. antara cilok dan kalung. Kalau pilih kalung, ya kalung saja. tapi kalau pilih cilok, maka hanya akan dapat cilok saja.” “Iya. Aku pilih cilok.” Husein terdiam seribu bahasa. Baru kali ini ia melihat wanita malah emmilih makanan murah ketimbang benda berharga yang nilainya puluhan juta. Aneh.
9.8190.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Pilihan Untuk Menjadi Baik

Pilihan Untuk Menjadi Baik

setelah melewati beberapa lorong gedung bangunan yang lumayan banyak, aku segera menuju kearah gerbang sekolah untuk segera meninggalkan tempat sepi ini. beberapa saat kemudian aku melihat seorang penjual eskrim di ujung trotoar, karena cuaca hari ini cukup cerah—pasti akan nikmat jika membeli eskrim yang lembut untuk di konsumsi. setelah sampai didepan gerobak penjual, aku melihat beberapa menu varian rasa. aku memilih rasa coklat karena menyukainya. "pak, tolong eskrim rasa coklat satu."
690 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai perbedaan chose dan choose
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status