Tilasmat
Suara Abah terdengar begitu lirih.
“Maafkan Neng, Bah. Karena Neng, Mamah jadi sasaran Ki Amar yang dendam karena kalah waktu itu,” sesalku.
“Hus, siapa bilang seperti itu, memang sudah qadarullah-nya Mamah meninggal diusia segitu. Jangan bicara seperti itu, takut nanti jatuhnya murtad ucapan. Semua yang meninggal atas kehendak Allah. Masalah umur, di mana kita akan meninggal, bagaimana keadaan kita ketika meninggal, lalu dengan jalan apa kita meninggal, sudah diatur oleh Allah. Jadi, jangan pernah berkata seperti itu lagi, Nyimas.”
Sikat na Kabanata