GADIS TERNODA
Hidangan yang tersedia di meja, sama sekali tak mengundang selera makanku.
“Ayo di makan. Sudah siang, nanti kamu telat ke kantor. Sini, aku suapin ya.” Marina mengambil piring yang ada di hadapan. Itulah kenapa aku sangat mencintainya. Dia selalu mengerti apa yang ada dalam pikiran. Saat ada masalah, dia berhasil menenangkan. Seperti saat ini, aku sedang sangat gelisah dan tak ingin makan. Dengan sigap dia menyuapiku. Kalau sudah begini, aku tak bisa menolak. Bagai anak kecil yang menurut apa kata orangtua.
“Oh ya. Semalam Danisa telpon. Karena kamu sudah tidur, jadi tak kubangunkan. Takut mengganggumu.”
ตอนยอดนิยม