Nadira
Happy reading
***
"Ndaaaaaaaa," rengek Nadira ketika melihat bunda berdiri di depan pintu utama.
Gadis itu berlari, menubruk tubuh berdaster bunda dan menangis layaknya anak kecil.
"Eh, kakak kenapa, kok nangis? Mana yang luka? udah nda bilang jangan tauran, kan kalau kalah pulang nangis," omel bunda, tapi, tetap memeluk balik tubuh Nadira yang terisak, tangannya membelai kepala putri sulungnya.
Hot Chapters