Suami Idaman
Di pintu depan tadi, aku melihat beberapa rangkaian bunga yang berisikan tulisan selamat atas dibukanya café ini.
“Gimana, lo suka kan sama konsep cafenya?” tanya Reza kemudian.
Aku mengedikkan bahu. Sudah kali ketiga ini aku melihat café dengan konsep skandinavia seperti ini. Pertama, café yang berada di seberang apartemenku, kedua adalah café yang beberapa hari lalu aku singgahi untuk membeli kopi dan yang ketiga ini. Mungkin selera anak muda jaman sekarnag itu sama, apa yang lagi hits, itulah yang mereka jadikan suatu ikon untuk bisnsis mereka. Padahal aku rasa, kita harus punya taste sendiri untuk segala sesuatu, apalagi ini tentang tempat nongkrong. Jangan pasaran deh, biar orang penasa
Hot Chapters