Ketika Politik Menemui Cinta
Pinto merinci, “Pertama, desain interior modern industrial di kafe ini. Desain interior ini mirip dengan desain interior aset saya, yaitu gudang modern seluas 2000 meter persegi di New York City, Amerika Serikat. Kedua, deretan jendela kaca patri di kafe ini. Deretan jendela kaca ini mirip dengan deretan jendela kaca tempat saya salat malam dan berzikir, yaitu Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki. Ketiga, warna pastel di kafe ini. Warna ini mirip dengan warna bangunan-bangunan di kampung halaman saya, yaitu Venice, Italia.”
Tawa Feni Kinantya meletus. Dia melayangkan celetukan, “Omongan kamu ngelantur parah. Orang lain bakal nganggap kamu gila.”
Banyolan Pinto mengelaknya, “Saya nggak gila
Hot Chapters