Aku Istri yang Tidak Dianggap
Setelah dua tahun aku bertahan dalam kesakitan yang dibuatnya, merasa menjadi wanita paling bodoh, karena mau saja menunggu dirinya berubah untuk mulai mencintaiku, menerimaku menjadi istri, yang almarhum bapak pilihkan untuknya.
Nyatanya, penantianku hanyalah kesia-siaan belaka, aku harus menelan pil pahit, saat kehormatanku di lecehkan dirinya, melakukan kekerasan sek**al dalam mendapatkan keperawananku.
Kini seenaknya dia katakan, jika tidak ingin berpisah dariku dan akan menjadikanku istri yang seutuhnya. Mungkin, jika malam itu dirinya tidak melakukan perbuatan jahanam tersebut, hatiku masih mau bertahan, walaupun logikaku sudah pasti menolak.