KEMBALILAH SUAMIKU
Ilahi ya Rabb, yang maha membolak-balikan hati, aku tak ingin secepat ini melepas Bang Amar dari hatiku, terlebih kepada Roy yang jelas kami beda agama, ada tembok penghalang yang begitu besar diantara kami.
Aku beranjak meninggalkan Roy, dan memilih menyusul Nara, memintanya untuk mengantarku. Tidak nyaman lagi rasanya duduk berdua bersama Roy saat ini. Aku takut setan-setan di sampingku semakin menunjukan eksistensinya dengan bujuk rayu.
Rara masih asik bertelepon menggunakan bahasa Jepang yang aku sendiri tak tahu artinya, tetapi terlihat dari wajahnya ia begitu senang sekali, baguslah ia sudah melupakan Azen, meski mungkin hanya sesaat.
Bab Populer