Nilakandi
Nana ingin ikut berkomentar, tapi ia juga bimbang dan berakhir menggantungkan kalimatnya.
“Aku bisa jadi tanganmu, aku bisa jadi kakimu, aku bisa jadi apapun yang kamu mau. Aku akan merawatmu sampai kamu pulih seperti dulu. Ayo pulang, aku kan rumahmu,” ucap Diwana lagi, membuat Nilakandi kembali berkaca-kaca.
Untuk sepersekian detik, Nana merasa tak pantas berada di sana.
Nilakandi pun mengangguk, “Makasih, Kak Diwana,” balasnya.
Hot Chapters