Kakak Ipar Adalah Maut
“Dasar mata duitan.’ Umpat Calya, dia mengeluarkan bungkus kain putih dari saku jaketnya, menatap benda itu dengan penuh harap dan menyunggingkan senyuman penuh dengan kepuasaan.
“Kali ini lo nggak bakal lolos lagi Nala.”
Suara Calya terdengar keras sampai ke telinga Zeba.
Seketika dia langsung terdiam, yang awalnya sangat bahagia, dia berhenti menatap Calya yang sedang tersenyum itu.
Sepersekian detik Calya menarik napas dan mendongak sambil berkata pada Zeba, “Kalau begitu urusan kita kelar, gue balik dulu keburu mataharinya keluar dan bentar lagi orang-orang di masjid pada pulang.”