Suamiku Jadul
kataku pada Bang Parlin.
"Aduh, Dek, masih saja,"
"Makin lama hatiku makin sakit, Bang,"
"Bagaimana lagi caraku menasehatimu, Dek, aku bisa nasehati orang, kau bahkan pernah bilang aku cocok sebagai penasehat perkawinan, tapi tidak bisar nasehati istri sendiri,"
"Itulah masalahmu, Bang, nasehati dulu dirimu sendiri," kataku dengan suara agak keras, entah kenapa akhir-akhir ini aku sering emosi.
Chapitres populaires