Ibu Empat Anak: Beda Bapak!
Tapi sebagai menantu yang ‘baik’, dia berusaha menahan diri, meski sabarnya setipis kulit bawang.
“Ah, iya, Ma. Maaf ya kalau suara piring saya ganggu. Soalnya, saya ini belum terbiasa makan pakai piring yang mahal-mahal gini,” jawab Nasya sambil tersenyum lebar, nada suaranya ramah tapi jelas ada bumbu ketus di sana.
Melati tersenyum sinis. “Hmm, piring yang kamu pakai sekarang mungkin memang mahal, tapi... kelas seseorang kan nggak hanya dilihat dari piring, Nasya.”