Racun Mertua
Dari jauh aku memandang, seperti melihat Ibu keluar dari rumah Bu RT bersama Ibu-ibu lainnya sembari mencari alas kaki masing-masing.
Aku menyipitkan mataku, tajam, untuk memperhatikan lebih detail. Antara yakin dan tidak. Motor yang kami tumpangi semakin dekat dan semakin dekat. Kini jelas terlihat. Aku benar, mataku tidak salah, mataku masih sehat. Tidak salah lagi. Itu Ibu. Dia berdiri dengan elegan sembari tertawa bersama teman-temannya. Tawa yang menjijikan. Perempuan berusia hampir setengah abad itu terlihat cantik dan fashionable dengan memakai gamis berwarna biru langit milikku. Dan gamis itu selama ini ada di koper besar.
Ibu mencurinya?
Hot Chapters