Ayahku Tidak Tamat SD
Jika sudah membawa-bawa nama ayah tidak ada alasanku untuk tidak mau menurut.
Ayah menatapku dalam-dalam, membuat jantungku berdentum-dentum. Sepertinya, memang ada hal serius yang mau ayah bicarakan. Soal pak Askari lagi, mungkin. Tuhan...Jangan sampai ayah mau menikahkanku di usia sedini ini, aku belum sanggup jadi mahmud alias mamah muda. Cita-citaku masih setinggi langit ke tujuh, jika sudah jadi istri orang bagaimana aku bisa lanjut sekolah? Paling, tugasku hanya akan fokus di dapur, di sumur, dan di kasur doang. Seperti lagu-lagu zaman dulu itu, loh.
"Besok ayah akan ikut denganmu ke sekolah. Kita berangkat bareng."