Karma Sang Penggoda
Aku menundukan pandangan, tak sanggup menatap matanya terlalu lama.
"Ehm ..." suara dehem Ayah mengagetkanku.
"Iya Ayah?"
"Ayah tidak dituangkan minum juga," ucap Ayah sambil menyipitkan matanya.
"Eh ... maaf, Yah."
Cepat-cepat aku menuangkan air putih lalu menyodorkannya pada, Ayah.
"Ayah maunya minuman dingin. Jangan samakan Ayah dengan Yasir, yang baru keluar dari rumah sakit," cibir Ayah.
Hot Chapters