Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
"Bagiku, sihir hanyalah alat kekuasaan, dan tanaman hanyalah dekorasi taman istana. Namun, aku tahu satu hal, tanah yang kita pijak ini mulai retak karena energi yang terlalu besar, dan jika catatan kuno ini benar, kau adalah satu-satunya orang yang tahu cara menjahit retakan itu sebelum semuanya hancur."
Nara mendekat, matanya yang kuning emas menyapu barisan rak yang menjulang seperti tebing pengetahuan. Sebagai seorang perawat, ia bisa merasakan denyut energi dari buku-buku di sekitarnya—seolah ribuan nyawa masa lalu sedang berbisik meminta untuk didengar. "Ini bukan sekadar perpustakaan, Yang Mulia. Ini adalah makam bagi rahasia yang gagal diselesaikan oleh para pendahulu kita."