Ahli Waris
Esi Apresiaseberapa cantik akuayahku cantikpemandangan indah tubuh wanitakenapa aku cantik
Aku bersama Cinta hanya mencep menatap nenek itu.
“Lalu apa, Nek?” tanya Cinta.
“Yang bener itu leluhur. Bukan neneknya nenek moyang. Tapi, neneknya, nenek, dari neneknya nenek moyang. Ada empat kata neneknya. Kamu nyebutkan dua tadi. Kurang,” jelasnya sambil menatapku aneh.
“Ngerti kamu?”
“Ngerti, Nek.”
Aku hanya meringis saja menatap nenek itu. Yang terpenting aku selamat dari hujan.
人気のチャプター