Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati
Dingpap interview kerjaterlalu tampancerita ngesek dengan tantecerita kontol adik
Aku menggenggam tangannya.
"Bu, kita berhasil."
Bibirnya bergetar. Tak ada kata yang keluar. Air mata mengalir melewati kerutan-kerutan lelah di wajahnya, lalu membasahi tanganku.
Di hari yang cerah, kami menguburkan abu nenekku.
Kami memilih pemakaman di pinggir kota. Sebidang tanah yang menghadap ke selatan, tempat yang paling hangat karena disinari cahaya matahari.