ANAK TUKANG CUCI PIRING
“Selama ini Imas cukup sabar, Nek. Imas sabar dituduh yang bukan-bukan oleh kalian. Padahal, Nenek sendiri yang membuat drama mengerikan ini, mulai dari menghancurkan harapan Imas, memaksa seseorang untuk menikah dengan cara mengguna-guna. Sampai-sampai, Teh Neneng kena imbasnya juga karena kejahatan Nenek. Sadar, Nek! Nenek sudah tua, seharusnya Nenek lebih banyak beribadah, bukan menjalankan kemaksiatan seperti ini!”
“Astagfirullah!” Semua orang langsung berteriak saat Nenek memberikan sebuah tamparan cukup keras pada pipi ini. Kang Abi sendiri langsung menarikku ke dalam pelukannya.
“Sungguh! Saya baru menemukan keluarga semacam ini!” pekiknya seraya mengeratkan pelukan.