Shadow of The Past
Mungkin saja pelajaran yang mempan bagi pria ini bukanlah pukulan, tapi sesuatu yang lain.
“Aku hanya membawakan pesanannya dari New York,” jelas Kei langsung, tak ingin memperpanjang permainannya sendiri. “It was our goodbye. Nothing else.”
“Kenapa kau repot-repot menjelaskannya padaku?” gumam Airi, seolah tidak mengerti.
Kei mengatupkan mulut. Detik itu, Airi tahu, dia sudah cukup menang.
“Ai, i swear,” tuturnya rendah, terlampau putus asa, “you will be the death of me.”