Runtuhnya Sebuah Kesetiaan
“Bu, aku capek dengar omongan orang. Kenapa ya, orang lebih senang lihat kita jatuh daripada bangkit?”
Bu Ratna mengelus rambut anaknya pelan.
“Karena saat kamu jatuh, mereka merasa lebih tinggi. Tapi saat kamu bangkit, mereka merasa tertinggal. Mereka nggak iri sama hartamu, Indah, mereka iri sama keberanianmu buat berubah.”
Indah terdiam. Kata-kata itu menancap dalam.
Beberapa hari kemudian, ia membuat video pendek. Sederhana, tanpa efek, tanpa promosi produk. Hanya suara dan secangkir teh di mejanya.
Hot Chapters